Diduga Depresi Gara-Gara Wanita, Pria di Pulau Belat Karimun Nekat Gantung Diri

Banner sertifikat halal kemenag kepri
Diduga Depresi Gara-Gara Wanita, Pria di Pulau Belat Karimun Nekat Gantung Diri.
Diduga Depresi Gara-Gara Wanita, Pria di Pulau Belat Karimun Nekat Gantung Diri. F. Warga.

 

Bentan.co.id – Diduga depresi akibat sering dikecewakan oleh seorang perempuan. M Saproni warga Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat ditemukan tewas gantung diri dalam kamarnya, pada Minggu (3/3/2024) kemarin.

Peristiwa gantung diri tersebut pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Gidion Karo Sekali, Senin (4/3/2024).

Banner Polresta Tanjungpinang

“Informasi sementara begitu,” kata AKP Gidion.

AKP Gidion menjelaskan, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter.

“Kami pastikan lagi, nanti perdalam keterangan dokter perihal tanda-tandanya,” jelas AKP Gidion.

Namun demikian, sebut AKP Gidion, dugaan sementara korban M Saproni nekat mengakhiri nyawanya dengan gantung diri karena kekecewaannya terhadap seorang perempuan.

Dimana, sebelum mengakhiri nyawanya, lanjut Kasat Reskrim, korban sempat meniggalkan sebuah tulisan yang diduga itu adalah ungkapan perasaanya.

Dalam kertas buku tersebut korban menuliskan. “Untuk ko (menyebutkan nama perempuan). Makasih ye dah buat aku kecewe. Selemani aku dah cukup sayang sameko. Tapi ko trus aje bikin aku kecewe. Apakah selameni aku kurang perjuangan aku untuk ko. Semue keinginan ko pasti aku turuti. Aku berjuan selameni hanya untuk ko. Aku rele dipukul kluargako asalkan aku tak dipisahkan dari ko.”

“Titip rindu buat anak aku. Aku adiyahkan Alfateha buat (menyebutkan dua nama perempuan). Aku harap kepergianku kali ini jangan ade yang nangis. Biarkan aku tenang di alam sana. Buat (menyebutkan nama perempuan) semoga bisa menemukan orang lebih dari aku.”

“Mak. Aku sayang sama Mak. Maafkan Roni yang selame ini selalu buat salah same Mak. Sekali lagi maafkan kesalahan Roni.”

“Roni dah tak sangop hidup lagi. Roni sayang koran semue. Selamat tinggal (menyebutkan dua nama perempuan).”

(Yto)

Editor : Brp