Bentan.co.id – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 semakin dekat. Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut berjalan lancar pada 1–8 November 2026.
Sebagai tuan rumah, Tanjungpinang tidak hanya perlu menyiapkan tempat pertandingan. Kesiapan fasilitas, koordinasi antarinstansi, pengaturan lalu lintas, hingga pelayanan bagi atlet dan ofisial juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan.
Ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri diperkirakan akan datang untuk mengikuti maupun mendukung pertandingan.
Kehadiran mereka menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Tanjungpinang untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah.
Pemerintah kota terus mendorong penyelesaian berbagai kebutuhan penyelenggaraan, termasuk memastikan venue dan fasilitas pendukung siap digunakan sesuai jadwal.
Namun, Porprov VI Kepri bukan hanya soal kelancaran pertandingan. Ajang ini juga bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wisata, budaya Melayu, kuliner, dan produk lokal kepada para pengunjung.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menilai Porprov VI Kepri memiliki peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
“Keberhasilan Porprov nanti akan menjadi ajang promosi potensi wisata dan budaya Tanjungpinang serta Kepulauan Riau secara keseluruhan,” kata Lis.
Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, keluarga peserta, dan pendukung dari berbagai daerah dapat menjadi ruang untuk mengenalkan daya tarik Tanjungpinang.
Kota ini memiliki sejarah panjang dan budaya Melayu yang bisa menjadi bagian dari pengalaman para tamu selama berada di ibu kota Provinsi Kepri.
Karena itu, penyelenggaraan Porprov diharapkan tidak hanya memberi ruang bagi atlet untuk berkompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal untuk berkembang.
Menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak.
Selain kesiapan tempat pertandingan, penyelenggara perlu memastikan mobilitas peserta, keamanan, pelayanan, dan kebutuhan pendukung lainnya berjalan sesuai rencana.
Pemerintah daerah, pengurus olahraga, panitia pelaksana, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menyukseskan kegiatan ini.
Lis juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan Porprov, termasuk dunia usaha agar manfaat kegiatan bisa dirasakan lebih luas.
Dukungan masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menyambut tamu dengan ramah, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana yang nyaman selama pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, pelaku usaha bisa memanfaatkan kehadiran pengunjung untuk menawarkan produk dan layanan mereka.
Sektor penginapan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi mendapatkan tambahan pelanggan selama penyelenggaraan.
Meski begitu, peluang ekonomi tersebut perlu didukung pelayanan yang baik dan persiapan yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha lokal.
Selain mempersiapkan diri sebagai tuan rumah, Tanjungpinang juga mematangkan kontingen yang akan berlaga.
Pemerintah kota menyiapkan atlet untuk mengikuti 30 cabang olahraga (cabor) pada Porprov VI Kepri 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, sebelumnya menyampaikan bahwa pemusatan latihan atau training center (TC) telah dimulai pada 4 Oktober 2026.
Sejumlah atlet bahkan sudah menjalani latihan secara mandiri sebelum mengikuti pemusatan latihan.
“Jadi mereka sudah masuk ke training center, dimulai tanggal 4 kalau saya tidak salah, ada juga yang sudah mendahului, cuma mandiri,” ujar Ruli, Jumat (2/10/2026).
Pada tahap awal, Tanjungpinang merencanakan keikutsertaan dalam 35 cabang olahraga. Namun, setelah melalui evaluasi KONI Provinsi Kepri, jumlah cabang olahraga yang ditetapkan untuk dipertandingkan menjadi 30 cabor.
Penyesuaian tersebut membuat persiapan kontingen difokuskan pada cabang olahraga yang masuk dalam daftar pertandingan.
Setiap cabor perlu memanfaatkan waktu latihan untuk meningkatkan kemampuan teknik, kondisi fisik, strategi, dan mental bertanding.
Dispora juga telah meminta setiap cabor menyampaikan kesiapan dan target masing-masing.
Evaluasi tersebut diperlukan untuk memetakan kekuatan kontingen sekaligus melihat peluang meraih prestasi.
Ruli menyebutkan bahwa para pengurus cabor menunjukkan optimisme untuk memberikan hasil maksimal. Tanjungpinang bahkan menargetkan mampu merebut gelar juara umum.
“Kemarin kita sudah tanya masing-masing cabor kesiapan dan target mereka. Mereka optimis, kita berjuang seoptimal mungkin untuk merebut juara umum,” tuturnya.
Target tersebut menjadi tantangan bagi para atlet. Status tuan rumah bisa menjadi dorongan moral, tetapi hasil pertandingan tetap ditentukan oleh kemampuan atlet, strategi, konsistensi, dan kesiapan menghadapi lawan dari daerah lain.
Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat membantu atlet menjalani persiapan dengan baik hingga pertandingan dimulai.
Porprov tidak hanya menjadi arena persaingan untuk meraih medali. Ajang ini juga mempertemukan atlet dari berbagai daerah dengan latar belakang berbeda dalam semangat kompetisi dan sportivitas.
Lis berharap Porprov VI Kepri dapat mempererat hubungan antardaerah sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun kedisiplinan, karakter, dan semangat pantang menyerah.
Dalam olahraga, kemenangan memang menjadi salah satu tujuan. Namun, proses untuk mencapainya juga mengajarkan kerja keras, penghormatan terhadap lawan, kepatuhan pada aturan, serta sikap menerima hasil pertandingan.
Bagi atlet muda, pengalaman bertanding di tingkat provinsi bisa menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Karena itu, keberhasilan Porprov tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau posisi akhir dalam klasemen.
Peningkatan kualitas pembinaan, tumbuhnya minat masyarakat terhadap olahraga, dan munculnya atlet potensial juga menjadi bagian penting dari manfaat kompetisi.
Porprov VI Kepri 2026 juga membuka peluang bagi Tanjungpinang untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kuliner kepada para tamu dari berbagai daerah.
Kehadiran kontingen beserta pendamping berpotensi meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha, mulai dari penginapan dan rumah makan hingga transportasi, pusat oleh-oleh, serta usaha ekonomi kreatif.
Agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan, promosi daerah perlu berjalan beriringan dengan penyelenggaraan olahraga.
Informasi mengenai tempat wisata, kuliner khas, dan produk lokal dapat membantu pengunjung mengenal lebih jauh potensi Tanjungpinang.
Pelaku UMKM juga dapat mempersiapkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Jika dikelola dengan baik, manfaat Porprov berpeluang berlanjut setelah pertandingan selesai.
Pengalaman positif selama berada di Tanjungpinang dapat mendorong para tamu untuk kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya.
Dengan demikian, Porprov bisa menjadi momentum untuk mempertemukan kegiatan olahraga dengan promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menjelang pelaksanaan Porprov VI Kepri, Tanjungpinang masih perlu memastikan kesiapan penyelenggaraan berjalan seiring dengan persiapan kontingen.
Pemerintah kota mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menyukseskan ajang tersebut.
Dukungan warga, kesiapan panitia, koordinasi lintas sektor, dan semangat para atlet menjadi bagian yang saling melengkapi.
“Dengan kerja sama semua pihak, Porprov Kepri VI akan menjadi catatan sejarah yang membanggakan bagi kita semua,” ujar Lis.
Porprov VI Kepri 2026 menjadi kesempatan bagi Tanjungpinang untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memperjuangkan prestasi olahraga.
Di saat yang sama, kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.(*)
Editor: Brm






