Dua Hari, 208 Ton Air Bersih Disalurkan ke Warga Tanjungpinang

Dua Hari, 208 Ton Air Bersih Disalurkan ke Warga Tanjungpinang
Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mengintensifkan penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak keterbatasan pasokan air. F. FB/Nafsiah.

Bentan.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mengintensifkan penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak keterbatasan pasokan air.

Hingga Minggu (29/03/2026) malam, total distribusi air bersih yang telah disalurkan sejak 28 Maret mencapai sekitar 208 ton.

Distribusi ini dilakukan secara berkelanjutan oleh Tim Pendistribusian Air Bersih dengan dukungan berbagai sumber, termasuk BPBD dan PDAM, untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Penyaluran air dilakukan tanpa henti, termasuk pada dini hari. Beberapa lokasi yang menerima distribusi antara lain Masjid Al Amin di Jalan Sultan Sulaiman Kampung Bulang, Perumahan Bumi Intan Sari, serta kawasan Pamedan.

Bacaan Lainnya

Pada siang hingga malam hari, distribusi kembali dilanjutkan ke sejumlah titik seperti Perumahan Perla, Jalan Ciku Gang Cermai, dan Jalan Ir. Sutami Gang Pinus. Volume air yang disalurkan bervariasi, menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Selain itu, penyaluran dalam jumlah lebih besar juga dilakukan di beberapa kawasan, di antaranya Jalan Puncak dan Puncak Indah, Jalan Kapas, Perumahan Griya Bestari Permai, Komplek Bintan Center, Perumahan Sri Gading, hingga Kampung Sei Carang dan kawasan Dompak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bagian dari respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas tim terus dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan efektif, merata, dan tepat sasaran.

“Pemerintah juga terus memantau kondisi di lapangan dan siap menambah distribusi jika masih terdapat wilayah yang membutuhkan,” katanya.

Hingga saat ini, kegiatan pendistribusian air bersih masih berlangsung dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.(*)

Editor: Don

Pos terkait