Empat Bulan Tak Mengalir, Warga Pinangmas Residence Tanjungpinang Kesulitan Air Bersih

Empat Bulan Tak Mengalir, Warga Pinangmas Residence Tanjungpinang Kesulitan Air Bersih
Warga Perumahan Pinangmas Residence yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih ke rumah mereka selama sekitar empat bulan terakhir. F. kiriman warga.

Bentan.co.id – Warga Perumahan Pinangmas Residence yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, mengeluhkan kesulitan air bersih sekitar empat bulan terakhir.

Sejumlah warga menyebutkan, gangguan pasokan air tersebut terjadi sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Kondisi ini bukan disebabkan oleh musim kemarau, melainkan diduga akibat persoalan pengelolaan air bersih di lingkungan perumahan yang sebelumnya diserahkan oleh pihak pengembang kepada pengelola air.

Akibat air tidak mengalir, warga terpaksa membeli air bersih dari tangki swasta.

Bacaan Lainnya

Harga satu tangki air mencapai Rp60.000 dan hanya dapat mencukupi kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.

“Sudah sekitar empat bulan air tidak mengalir. Tinggal di Pinangmas susah air,” ujar Pandi, salah satu warga Pinangmas Residence, Minggu (1/2/2026).

Pandi mengatakan, warga telah berulang kali menanyakan persoalan ini kepada pihak pengelola air, CV Ridho Drilling.

Dari keterangan pengelola, mesin penyedot air tanah mengalami kerusakan.

Namun, perbaikan belum dilakukan karena keterbatasan dana.

“Pengelola bilang mesin sedot air rusak. Katanya tarif air harus dinaikkan dulu supaya ada dana untuk perbaikan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku terpaksa memasang pompa air sendiri agar air dapat ditampung di tandon rumah.

“Airnya kecil. Kalau tidak pakai pompa, air tidak naik. Hampir semua warga pakai pompa,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Dedy, warga Pinangmas Residence lainnya.

Ia menyebut aliran air sangat kecil dan membutuhkan waktu lama untuk dapat digunakan.

“Sudah beberapa bulan air tidak lancar, alirannya kecil,” katanya.

Sementara itu, Totok selaku pengelola air di Perumahan Pinangmas Residence menyatakan, selama dua tahun mengelola air ia mengalami kerugian karena tarif tidak pernah mengalami penyesuaian.

Menurutnya, pihak pengelola sudah pernah menyampaikan rencana kenaikan tarif kepada warga melalui koordinator lapangan (Korlap), namun tidak disetujui.

“Kami sudah rapat dengan korlap dan beberapa warga untuk menyampaikan rencana kenaikan tarif air, tapi ditolak,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, dirinya sempat mengajukan permintaan dana pemeliharaan sebesar Rp24 juta kepada pihak pengembang Pinangmas Residence untuk memperbaiki mesin penyedot air yang rusak. Namun, dana tersebut tidak direalisasikan.

Ia menambahkan, pengelolaan air sempat dikembalikan kepada pihak pengembang.

Namun, belakangan pihaknya mendapat informasi bahwa sebagian warga telah menyetujui adanya kenaikan tarif air dan berharap pengelolaan kembali dilakukan olehnya.

“Kemarin sempat saya kembalikan ke Pinangmas. Tapi dari informasi korlap, warga sudah setuju ada kenaikan. Mudah-mudahan minggu depan air bisa normal kembali,” katanya.

Meski demikian, Totok belum merinci besaran kenaikan tarif air yang diajukan maupun jumlah warga yang telah menyatakan persetujuan.(*)

Editor: Brm

Pos terkait