Jaga Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat, Kepri Gencar Tekan Inflasi

Banner sertifikat halal kemenag kepri
Jaga Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat, Kepri Gencar Tekan Inflasi
Jaga Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat, Kepri Gencar Tekan Inflasi. Foto: Dok Pemprov Kepri.

Bentan.co.id – Berbagai langkah strategis dan program inovatif digulirkan untuk menekan laju inflasi di sektor pertanian dan perdagangan, demi menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Ansar menegaskan komitmennya untuk memastikan harga bahan pokok stabil. Pemprov Kepri melakukan pemantauan dan pengawasan harga secara rutin dan ketat.

Banner Polresta Tanjungpinang

“Masyarakat dan pelaku usaha dapat memantau harga bahan pokok dengan mudah melalui aplikasi Sistem Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (SKPD) yang menyediakan informasi harga pokok harian,” jelas Ansar.

Pemprov Kepri tak hanya bekerja sendiri. Business matching dengan pelaku usaha dan distributor, komunikasi antar daerah, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menekan inflasi.

“Upaya menjaga kestabilan harga cabai, komoditas yang seringkali memicu inflasi, dilakukan dengan menghadirkan Cold Storage Komoditi Cabai berkapasitas 7,5 Ton,” katanya.

Pemprov Kepri tak hanya fokus di sektor perdagangan. Bantuan pertanian berupa traktor, bibit pupuk, sarana transportasi, dan penyediaan lahan diberikan untuk meningkatkan produksi dan swasembada pangan.

Upaya konkret membantu masyarakat di tengah inflasi adalah dengan pasar murah dan gerakan pangan murah. Pada tahun 2023, Pemprov Kepri telah menggelar 63 pasar murah dan 44 gerakan pangan murah di seluruh wilayah Kepri.

Gerakan Nasional Inflasi Pangan (GNIP) diluncurkan di Kepri untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi. Kerjasama antar daerah (KAD) intra Kepri dan dengan daerah lain di Indonesia juga dijalin untuk memperkuat jaringan pasokan dan menjaga stabilitas harga.

Pemprov Kepri tak lupa memberikan perhatian kepada UMKM. Pinjaman bunga nol persen dengan besaran maksimal Rp40 juta disediakan untuk membantu UMKM berkembang dan meningkatkan daya saing.(*/Brp)

Editor: Brp