Bentan.co.id – Sejak program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diluncurkan pada 2013, total 58.444 orang tercatat sebagai penerima hingga 2025.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pengelolaan dana abadi pendidikan, riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan.
“Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengelolaan dana abadi pendidikan, riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP, Sudarto, pada Oktober 2025.
Konsep dana abadi yang diterapkan berbeda dengan mekanisme anggaran tahunan.
Negara menjaga dana pokok agar tetap utuh, sementara pembiayaan program memanfaatkan hasil pengembangan dana tersebut.
Skema ini dirancang agar pendanaan pendidikan dan riset lebih stabil dan tidak mudah terdampak perubahan alokasi anggaran setiap tahun.
Dengan model tersebut, pembiayaan beasiswa ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
Keberlanjutan pendanaan pendidikan dinilai menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat daya saing nasional.
Beasiswa tidak hanya dipahami sebagai bantuan biaya kuliah, tetapi juga sebagai investasi publik yang diharapkan memberi kontribusi dalam bentuk inovasi, keahlian, dan kepemimpinan di berbagai sektor.
58.444 Awardee LPDP hingga 2025
Sejak program beasiswa ini diluncurkan pada 2013, total 58.444 orang tercatat sebagai penerima hingga 2025.
Rinciannya terdiri atas 54.720 awardee program degree (S2 dan S3), 3.667 program spesialis, serta 57 program non-degree. Mayoritas penerima menempuh pendidikan magister dan doktoral.
Dalam jangka panjang, lulusan program ini diproyeksikan berperan sebagai akademisi, peneliti, dokter spesialis, profesional di sektor strategis, hingga pengambil kebijakan.
Distribusi tujuan studi juga relatif berimbang. Sebanyak 51 persen awardee menempuh pendidikan di dalam negeri, sementara 49 persen melanjutkan studi di luar negeri.
Komposisi tersebut menunjukkan dua pendekatan berjalan paralel, yakni memperkuat perguruan tinggi nasional sekaligus membuka akses ke jejaring pendidikan global.
Sejumlah penerima memilih kampus dalam negeri untuk mengembangkan riset lokal dan memperluas dampak langsung di masyarakat.
Kota Penerima Beasiswa LPDP Masih Didominasi Wilayah Urban
Berdasarkan data yang dipublikasikan Goodstats pada 2025, penerima LPDP masih didominasi kota-kota besar.
Sepuluh wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni:
Jakarta Selatan (154),
Jakarta Timur (131)
Kota Bandung (108)
Kota Tangerang Selatan (106)
Kota Bekasi (104)
Kota Depok (101)
Kota Surabaya (94)
Kota Kupang (83)
Sleman (81)
Jakarta Barat (74)
Dominasi wilayah urban dinilai berkaitan dengan akses informasi, kualitas pendidikan, komunitas persiapan beasiswa, serta jaringan alumni yang lebih terkonsentrasi di kota besar.
Namun, masuknya Kota Kupang dalam daftar tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dari wilayah Indonesia timur.
Hal ini mengindikasikan distribusi akses informasi dan daya saing yang mulai meluas.
Jika dukungan ekosistem informasi dan pembinaan terus diperkuat, distribusi penerima beasiswa berpotensi semakin merata di berbagai daerah.
Secara keseluruhan, angka 58.444 awardee mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menyiapkan SDM terdidik untuk kebutuhan pembangunan nasional dalam jangka panjang.(*)
Editor: Don






