Tanjungpinang – Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Suka Berenang, Tanjungpinang, melaksanakan simulasi tanggap darurat tahun 2025 pada Kamis (27/11/2025) pagi. Kegiatan ini mencakup latihan penanganan kebakaran, blackout akibat bencana alam, penanganan huru-hara, serta penanganan tumpahan limbah B3.
Dalam skenario yang dijalankan, terjadi kebakaran pada salah satu unit pembangkit di area PLTD. Petugas internal bersama tim Damkar dan Basarnas Tanjungpinang melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas. Simulasi juga mencakup penanganan pekerja yang mengalami kelelahan atau luka saat bertugas.
Serangkaian prosedur darurat diterapkan untuk meminimalkan risiko serta memastikan operasional penyaluran listrik tetap aman dan tidak terganggu.
Manager PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau, Andi Taufik Saputra, menyampaikan bahwa simulasi dilakukan serentak di dua lokasi, yaitu PLTD Suka Berenang dan Kabupaten Karimun.
“Simulasi ini bertujuan memastikan seluruh staf PLN IP UBP Kepri siap menghadapi berbagai potensi bencana,” jelas Andi.
Ia menambahkan bahwa simulasi penanganan tumpahan limbah B3 juga menjadi bagian penting. Menurutnya, limbah B3 merupakan material yang cukup sering dijumpai di lingkungan operasional PLN.
“Melalui kegiatan ini, petugas operasi dapat memahami cara mengevakuasi, membersihkan, dan mengurangi dampak dari tumpahan limbah B3,” ujarnya.
PLTD Suka Berenang turut menggelar simulasi penanganan aksi huru-hara. Dalam skenario tersebut digambarkan adanya demonstrasi warga yang memprotes pemadaman bergilir, namun situasi dapat dikendalikan melalui prosedur yang telah disiapkan.
“Simulasi ini menjadi langkah antisipasi jika suatu saat terjadi aksi protes dari warga. Kami harus siap dan mengetahui langkah penanganannya,” kata Andi.
Kegiatan ditutup dengan pembagian 20 paket sembako untuk masyarakat di sekitar PLTD Suka Berenang sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial.(Yto)






