Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berupaya memperkuat layanan kesehatan di daerah, terutama untuk menjawab tantangan kekurangan tenaga medis di wilayah kepulauan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membuka kembali program beasiswa pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis pada tahun 2026 mendatang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Dari total 58 penerima beasiswa, sebanyak 46 orang akan dibiayai oleh Pemprov Kepri, sementara sisanya didukung oleh pemerintah kabupaten/kota melalui skema pembiayaan bersama.
“Kalau kabupaten atau kota butuh delapan dokter spesialis, misalnya, kita bantu empat dan mereka juga tanggung empat. Tapi untuk rumah sakit provinsi dan RSJKO, semuanya dibiayai penuh oleh Pemprov,” ujar Ansar baru-baru ini.
Menurut Ansar, ketersediaan dokter spesialis sangat penting agar masyarakat Kepri bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.
Ia mencontohkan, meski pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur kesehatan, seperti rumah sakit baru di Anambas, kehadiran tenaga dokter spesialis tetap menjadi kunci keberhasilan layanan tersebut.
“Anambas tahun ini dapat hampir Rp200 miliar dari Pak Prabowo untuk bangun rumah sakit baru. Tapi percuma kalau dokter spesialisnya tidak ada,” tambahnya.
Ansar menekankan, program beasiswa ini akan difokuskan pada pemenuhan dokter layanan dasar dan penunjang, seperti anestesi dan patologi klinik.

Meski proses pendidikan dokter spesialis memakan waktu hingga empat tahun, ia optimistis bahwa dalam kurun waktu tersebut seluruh rumah sakit di kabupaten dan kota bisa memiliki tenaga dokter yang memadai.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota dan DPRD se-Kepri.
Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama terkait bantuan biaya pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, pada Jumat (12/9/2025).
Selain pemerintah daerah, sejumlah kementerian turut mendukung program ini, di antaranya Kementerian Kesehatan, Kemenko PMK, BKN, dan Kementerian PAN-RB, yang selama ini aktif terlibat dalam pembahasan teknis program.
Dukungan lintas lembaga dan komitmen bersama, program beasiswa dokter spesialis ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di Kepri, sehingga masyarakat di pulau-pulau terpencil pun bisa merasakan pelayanan medis yang lebih merata dan berkualitas.(Adv)
Editor: Don






