Bentan.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Kepri.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul munculnya kembali laporan kasus virus ini di India yang memicu kewaspadaan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan, belum ada laporan kasus virus jenis ini baik secara nasional maupun di wilayah Kepri.
Baca juga: Pencemaran Pantai Bintan Terekam Video, Kepiting Terlihat Terlumur Limbah Minyak Hitam
“Iya, sampai saat ini belum ditemukan kasusnya di Indonesia, maupun secara khusus di wilayah Kepri,” kata Bisri, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Bisri menegaskan bahwa kondisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Malaysia tetap menjadi perhatian.
Malaysia merupakan negara tempat virus tersebut pertama kali teridentifikasi pada akhir 1990-an.
Menurutnya, pengalaman wabah di negara tetangga perlu dijadikan pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi penularan.
Baca juga: Empat Bulan Tak Mengalir, Warga Pinangmas Residence Tanjungpinang Kesulitan Air Bersih
“Karena wabah ini sudah ada di negeri tetangga, kita harus lebih ketat menjaga diri dan waspada terhadap segala potensi penularan,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kepri mengimbau masyarakat untuk menjaga pola konsumsi, terutama dengan menghindari buah-buahan yang berpotensi terkontaminasi hewan liar.
Bisri menjelaskan, Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia, serta memungkinkan terjadinya penularan antarmanusia.
“Penyebarannya bisa melalui kelelawar dan kontak antarmanusia. Kami mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar dan selalu menjaga kebersihan diri,” katanya.(Yto)
Editor: Brm






