Garuda Hentikan Rute Tanjungpinang–Jakarta, Citilink Ambil Alih Mulai Februari

Garuda Hentikan Rute Tanjungpinang–Jakarta, Citilink Ambil Alih Mulai Februari
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan mengoperasikan maskapai Citilink untuk melayani rute Tanjungpinang–Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Foto: Citilink Indonesia.

Bentan.co.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan mengoperasikan maskapai Citilink untuk melayani rute Tanjungpinang–Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).

Kebijakan ini dilakukan seiring rencana penghentian sementara operasional penerbangan Garuda Indonesia pada rute tersebut mulai 10 Februari 2026.

Kepastian itu disampaikan manajemen PT Garuda Indonesia kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, pada Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Kabar Baik dari Bandara Hang Nadim, Rute Baru Batam–Kuala Lumpur Dibuka AirAsia

Bacaan Lainnya

“Garuda Indonesia memang akan menghentikan rute Jakarta–Tanjungpinang. Namun sebagai pengganti, Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan armada Citilink setiap hari,” ujar Nyanyang.

Citilink akan melayani rute tersebut menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas sekitar 180 penumpang.

Keputusan ini sekaligus menjadi jawaban atas surat Gubernur Kepri Ansar Ahmad bernomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 tertanggal 6 Januari 2026 yang meminta keberlanjutan layanan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara RHF.

Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group.

Baca juga: Mulai 9 Febuari, Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan dari Bandara RHF Tanjungpinang

Saat ini, kedua maskapai tersebut sama-sama melayani rute Jakarta–Tanjungpinang dan sebaliknya.

Di Bandara RHF Tanjungpinang, Citilink sebelumnya beroperasi empat kali dalam sepekan, sementara Garuda Indonesia melayani tiga penerbangan setiap minggu.

“Informasi ini diperoleh langsung dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Maskapai Citilink yang beroperasi pasca penghentian Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus,” kata Nyanyang.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Kepri juga menggelar pertemuan dengan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim di Kantor Operational Centre Garuda Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Kepri meminta agar Garuda Indonesia mempertimbangkan untuk tidak menghentikan operasional di Bandara RHF Tanjungpinang. Pemprov menyatakan kesiapan untuk menjaga kestabilan jumlah penumpang.

 

Salah satu langkah yang disampaikan adalah mengarahkan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Kepri ke Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF.

“Kami juga akan membicarakan hal ini dengan Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan agar dapat melakukan kebijakan serupa,” ujar Nyanyang.

Bandara RHF sendiri berada di Pulau Bintan yang menjadi pusat tiga pemerintahan, yakni Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, dan Pemkab Bintan.

Selain itu, Pemprov Kepri menilai Pulau Bintan sebagai kawasan strategis investasi dan pariwisata. Nyanyang optimistis jumlah penumpang akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang Imlek, Cap Go Meh, dan Idul Fitri.

“Kami meminta Garuda Indonesia setidaknya menunda penghentian operasional hingga April atau setelah Lebaran untuk kemudian dievaluasi kembali,” katanya.

Nyanyang menambahkan, penghentian operasional Garuda Indonesia tidak hanya terjadi di Bandara RHF, tetapi juga di beberapa bandara lain di Indonesia.

“Ada sekitar delapan atau sembilan bandara,” ujarnya.(*)

Editor: Don

Pos terkait