Tanjungpinang Berpeluang Jadi Destinasi Sport Tourism, Bidik Pelari dari Singapura dan Malaysia

Tanjungpinang Berpeluang Jadi Destinasi Sport Tourism, Bidik Pelari dari Singapura dan Malaysia
Kota Tanjungpinang dinilai memiliki peluang besar berkembang sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga. F. Prokompim Tanjungpinang.

Bentan.co.id – Kota Tanjungpinang dinilai memiliki peluang besar berkembang sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga.

Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Johor, Malaysia, menjadi keunggulan untuk menarik peserta dari luar daerah hingga mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, usai melepas peserta Run The Beat Vol. 2 Flashlight yang digelar BNN Kota Tanjungpinang bersama komunitas Endorphin Society, BRI, dan sejumlah sponsor di Fazza Eatery Cafe, Kompleks Ramayana, Jumat (31/7/2026) malam.

Menurut Raja Ariza, Run The Beat menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan kegiatan lari pada umumnya.

Bacaan Lainnya

Selain berolahraga, peserta juga menikmati iringan musik sepanjang kegiatan sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih menarik.

“Lari malam ini tidak hanya sekadar lari, tetapi ada yang khas karena diiringi dengan musik. Ini menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Ariza mengatakan, komunitas lari di Tanjungpinang terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Tidak hanya aktif mengikuti berbagai event di daerah, para pelari juga rutin berpartisipasi dalam ajang lari di berbagai kota besar hingga luar negeri.

“Pelari Tanjungpinang ini bukan hanya ikut event di kota sendiri. Kalau ada event di Jakarta, Singapura, maupun Johor, mereka juga ikut. Artinya, komunitas pelari kita cukup banyak,” tambahnya.

Menurutnya, pertumbuhan komunitas lari tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan event olahraga yang lebih besar di Tanjungpinang.

Dengan posisi geografis yang strategis di kawasan perbatasan, Tanjungpinang dinilai memiliki peluang untuk menggelar event olahraga berskala internasional.

Kedekatan dengan Singapura dan Johor-Malaysia diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta dari luar negeri.

“Kita berharap ke depan bisa menggelar event tingkat internasional karena Singapura dan Johor dekat dengan kita,” ucapnya.

Selain lokasi yang strategis, Raja Ariza menilai Tanjungpinang memiliki keunggulan lain berupa suasana kota yang nyaman dan pilihan kuliner yang beragam.

Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda setelah mengikuti event olahraga.

“Tanjungpinang strategis sekali karena kota ini nyaman. Singapura sudah sibuk, Malaysia sibuk, Batam juga sibuk. Orang yang ingin menikmati suasana yang lebih tenang sekaligus kuliner bisa datang ke Tanjungpinang,” katanya.

Ia pun mengajak generasi muda, komunitas olahraga, event organizer, dan berbagai pihak untuk terus berkolaborasi menghadirkan lebih banyak event olahraga.

Menurutnya, semakin banyak kegiatan olahraga yang digelar, semakin besar pula peluang Tanjungpinang dikenal sebagai destinasi sport tourism di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

Run The Beat Vol. 2 Flashlight diikuti sekitar 400 peserta yang menempuh rute sejauh 5 kilometer.

Para pelari memulai perjalanan dari Kompleks Ramayana menuju Bundaran Dompak melalui Flyover Tanjungpinang, sebelum kembali finis di lokasi awal.(*)

Editor: Don

Pos terkait