Festival Media 2026 Hadir di Tanjungpinang, Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Etalase Budaya Melayu

Festival Media 2026 Hadir di Tanjungpinang, Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Etalase Budaya Melayu
Pengurus AJI Tanjungpinang bertemu dengan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah penyelenggaraan Festival Media 2026. F. Pemko Tanjungpinang.

Bentan.co.id – Kota Tanjungpinang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Media 2026 yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pulau Penyengat diproyeksikan menjadi destinasi untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan peradaban Melayu kepada para jurnalis dari berbagai daerah.

Ketua AJI Kota Tanjungpinang, Sutana, mengatakan Festival Media 2026 akan digelar pada 19–20 September 2026 di Kota Batam, kemudian berlanjut ke Tanjungpinang pada 21 September 2026 dengan mengangkat tema budaya Melayu.

Menurutnya, agenda di Batam akan diisi dengan workshop yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Sementara di Tanjungpinang, peserta akan mengikuti diskusi panel dan sarasehan yang dikemas dengan nuansa budaya Melayu.

“Kami memilih dilaksanakan di Tanjungpinang sebagai bagian dari rangkaian Festival Media 2026 karena memiliki kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang sangat kuat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai ikon peradaban Melayu kepada peserta dari seluruh Indonesia, sekaligus mendorong promosi pariwisata dan budaya Kepulauan Riau di tingkat nasional,” jelasnya.

Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Lis Darmansyah menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Media 2026.

Menurutnya, kehadiran jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, dan budaya yang dimiliki Tanjungpinang kepada publik yang lebih luas.

“Kami tentunya mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat besar dalam mempromosikan Tanjungpinang. Kehadiran para jurnalis dari berbagai daerah akan menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan peradaban Melayu, sekaligus mengangkat potensi pariwisata dan budaya daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional,” ucapnya.

Lis juga memberikan sejumlah masukan agar para peserta mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Salah satunya dengan mengajak rombongan berziarah ke Pulau Penyengat, melihat naskah-naskah Melayu kuno, hingga menikmati tradisi makan berhidang yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Melayu.

Ia berharap Festival Media 2026 tidak hanya menjadi ruang bertemunya insan pers dari berbagai daerah, tetapi juga mampu memperkuat promosi destinasi wisata dan warisan budaya Tanjungpinang.

“Dengan kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat kepada masyarakat Indonesia. Melalui kehadiran para jurnalis dari berbagai daerah, potensi wisata, sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang kita miliki dapat dipublikasikan lebih luas sehingga semakin banyak orang mengenal dan tertarik berkunjung ke Tanjungpinang,” harapnya.(*)

Editor: Don

Pos terkait