Bentan.co.id — Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau sejumlah infrastruktur strategis di Kota Tanjungpinang, Sabtu (29/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan pembangunan kepada pemerintah pusat. Beberapa persoalan infrastruktur yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat juga dibahas dalam kunjungan tersebut.
Lokasi yang ditinjau meliputi Pulau Penyengat, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Dompak, Waduk Jalan Sri Kanton, serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Madong.
Saat mendampingi Menteri PU, Lis Darmansyah turut menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang.
Di antaranya kondisi Pelantar Kuning yang menjadi akses menuju Pulau Penyengat dan jembatan di kawasan Jalan Daeng Kamboja atau Senggarang Lama.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, namun tentu diperlukan sinergi dengan pemerintah pusat untuk menangani sejumlah infrastruktur yang membutuhkan dukungan kewenangan dan anggaran,” ujar Lis.
Menurut Lis, kunjungan Menteri PU menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi sejumlah infrastruktur di lapangan sekaligus mengetahui kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas Kota Tanjungpinang.
“Kita berharap melalui kunjungan ini, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti bersama. Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan infrastruktur ini memberikan manfaat dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sekolah Rakyat Madong Ditargetkan Rampung 2027
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Madong.
Menteri PU menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tahap ketiga ditargetkan selesai pada Juni 2027. Dengan target tersebut, sekolah diharapkan sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Juli 2027.
Lis menyambut baik target tersebut. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat permanen dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Ini merupakan program yang sangat baik. Pemerintah Kota Tanjungpinang siap mendukung dan berkoordinasi agar pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat berjalan sesuai target dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Lis.
Selain Sekolah Rakyat, Pulau Penyengat juga menjadi salah satu lokasi yang ditinjau Menteri PU.
Pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata sejarah dan pusat peradaban Melayu. Sejumlah penataan juga menjadi prioritas pada 2026–2027.
Beberapa di antaranya mencakup kawasan Balai Adat, Masjid Sultan Riau, serta perbaikan Pelantar Kuning dari sisi Tanjungpinang maupun Pulau Penyengat.
Lis menilai dukungan pemerintah pusat tersebut dapat membantu pengembangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi.
Pengembangan kawasan juga diharapkan dapat memberi dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kita tentu menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap Pulau Penyengat. Ini adalah aset sejarah dan budaya yang sangat penting bagi Tanjungpinang dan Kepri, sehingga pengembangannya harus tetap memperhatikan nilai sejarah dan kelestarian kawasan,” ungkapnya.
Selain Pulau Penyengat dan Sekolah Rakyat, Menteri PU juga meninjau pembangunan RSUD di Dompak serta Waduk Jalan Sri Kanton.(*)
Editor: Don






