PLN Indonesia Power Gelar Audiensi dengan Warga Ranggam, Bahas Debu PLTU hingga Program CSR

PLN Indonesia Power Gelar Audiensi dengan Warga Ranggam, Bahas Debu PLTU hingga Program CSR
PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau (Kepri) Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar audiensi bersama masyarakat Ranggam di Balai Desa Ranggam, Selasa (30/6/2026). F. PLN IP UBP Kepri.

Bentan.co.id – PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau (Kepri) Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar audiensi bersama masyarakat Ranggam di Balai Desa Ranggam, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun komunikasi yang terbuka sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit.

Audiensi dihadiri manajemen perusahaan, pemerintah Kecamatan Tebing dan Kelurahan Tebing, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat RT/RW, perwakilan pemuda, hingga tokoh masyarakat.

Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan secara langsung.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pertemuan juga membahas pembagian kewenangan antara perusahaan dan pemerintah serta penyusunan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Riki Aditiyawarman, memaparkan profil perusahaan serta peran strategis PLTU dalam menjaga pasokan listrik di Kabupaten Karimun.

Menurutnya, PLTU Tanjung Balai Karimun menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan listrik di sistem kelistrikan Karimun, sehingga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.

Selain itu, Riki juga menjelaskan sejumlah program yang tengah dijalankan perusahaan, mulai dari rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), peningkatan sistem penangkap debu, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026, sekitar 52 persen pegawai UP PLTU Tanjung Balai Karimun berasal dari wilayah Ring 1, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal.

“Kami hadir di sini bukan untuk berbicara sendiri, tetapi untuk mendengar. Setiap keluhan dan masukan yang disampaikan masyarakat hari ini adalah bahan yang sangat berharga bagi kami dalam merancang program yang lebih baik ke depannya. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLTU di sini benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya dari sisi energi, tetapi juga dari sisi kehidupan masyarakat sekitar,” ucap Riki Aditiyawarman.

Dalam sesi dialog, Ketua RT 001 Sudirman menyampaikan keluhan terkait debu yang dinilai cukup mengganggu, terutama saat angin timur bertiup.

Menanggapi hal tersebut, manajemen menjelaskan sejumlah langkah yang sedang disiapkan, seperti penggantian komponen multicyclone, penambahan re-ash injection, hingga kajian pemasangan Electrified Gravel Bed (EGB) untuk mengurangi penyebaran debu.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman pohon di sekitar area pembangkit sebagai langkah mitigasi.

Sementara itu, Ketua RT 002 Ridwan Hasan menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya, mulai dari lampu jalan yang padam, permintaan kompensasi atas dampak debu, pemerataan penyaluran sembako, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, hingga perbaikan balai desa.

Manajemen menjelaskan bahwa persoalan lampu jalan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Terkait permintaan kompensasi dampak debu, perusahaan menyebut hal tersebut terkendala regulasi sehingga tidak dapat direalisasikan.

Namun, perusahaan menegaskan telah memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan berbagai program pemberdayaan.

Mengenai penyaluran sembako, perusahaan menjelaskan bantuan disalurkan dalam bentuk zakat melalui tokoh masyarakat kepada penerima yang telah ditetapkan.

Ketua Pemuda Ranggam, Fadhil Mulia, menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor sebenarnya telah selesai, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan anggaran operasional. Ia juga berharap masyarakat dapat kembali merasakan manfaat program CSR secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, manajemen menyatakan akan mengevaluasi kondisi sumur bor dan menindaklanjutinya.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa program CSR dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Karimun sehingga tidak terpusat pada satu lokasi.

Perusahaan mengajak masyarakat menyusun rencana program bersama untuk tiga tahun ke depan agar pelaksanaan CSR lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Lurah Tebing, Mardiana, mengatakan audiensi ini menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), seluruh titik lampu jalan di wilayah Ranggam telah diperbaiki.

Sementara itu, Tim CSR UBP Kepulauan Riau yang diwakili Lastiur Donna Sartika menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung pengaktifan kembali program bank sampah apabila masyarakat memiliki komitmen menjalankannya.

“Keberhasilan program bank sampah tidak hanya bergantung pada dukungan perusahaan, tetapi juga pada komitmen dan keterlibatan masyarakat. Kami siap memfasilitasi apabila terdapat keinginan untuk mengaktifkan kembali program ini, dengan harapan masyarakat dapat menyusun proposal sebagai langkah awal untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Lastiur Donna Sartika, Tim CSR UBP Kepulauan Riau.(*)

Editor: Don

Pos terkait