Bentan.co.id – Bupati Bintan Roby Kurniawan menghadiri Seminar Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026.
Pada kegiatan tersebut, Roby bertindak sebagai mentor bagi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bintan, Didi Kurniadi, yang menjadi peserta dalam program PKN Tingkat II.
Roby mengapresiasi proyek perubahan yang diusung Didi Kurniadi. Menurutnya, inovasi yang lahir melalui PKN Tingkat II dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Apresiasi untuk Kadis Kominfo sebagai peserta PKN II, atas kerja keras dan semangat luar biasa yang kemudian melahirkan gagasan-gagasan inovatif. Semoga proyek perubahan yang dibawa bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah dalam mewujudkan visi Bintan Juara,” kata Bupati Roby usai seminar di Gedung F Lantai 2 dan 3 BPSDM Kemendagri, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
BISA, Integrasi Layanan Digital Pemkab Bintan
Dalam seminar tersebut, Didi Kurniadi mempresentasikan proyek perubahan bertajuk BISA (Bintan Satu Akses).
Melalui proyek ini, Pemerintah Kabupaten Bintan berupaya mengintegrasikan berbagai layanan digital yang selama ini berjalan secara terpisah menjadi satu sistem yang lebih terhubung.
Menurut Didi, BISA tidak hanya dirancang sebagai aplikasi baru, tetapi menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan layanan digital agar lebih sederhana, aman, terstandar, mudah dipantau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan pemerintah melalui sistem yang lebih praktis dan efisien.
Dalam pengembangannya, BISA juga akan didukung berbagai teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pengembangan ekosistem pendukung berbasis teknologi, termasuk aplikasi berbasis kecerdasan buatan/AI seperti BOLEH, serta sistem pemantauan dan keamanan digital melalui PANTAW dan SERGAP, sehingga BISA tidak hanya menjadi portal integrasi, tetapi juga fondasi layanan digital daerah yang lebih cerdas, adaptif, aman, dan bernilai nyata bagi publik,” ujar Didi.(*)
Editor: Don






