Bentan.co.id – Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) 20 Tanjungpinang jadi salah satu pusat keramaian warga di kawasan Melayu Square.
Sebanyak 57 pelaku usaha ikut ambil bagian dalam bazar MTQH Tanjungpinang yang digelar sejak Senin (27/4/2026) hingga 3 Mei 2026.
Kegiatan ini tak hanya menjadi pelengkap MTQH, tapi juga jadi ruang promosi besar bagi pelaku UMKM dan IKM lokal.
Stan bazar diisi oleh perwakilan dari empat kecamatan, komunitas industri kecil menengah (IKM), mitra BUMD, pelaku UMKM, hingga organisasi perempuan.
Produk yang ditawarkan pun beragam—mulai dari makanan ringan, olahan hasil laut, kerajinan khas daerah, hingga kuliner lokal.
Warga bisa langsung datang dan berbelanja di area bazar selama rangkaian MTQH berlangsung.
Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, menegaskan bahwa bazar ini punya peran penting, bukan sekadar kegiatan pendamping.
“Di satu sisi kita memperkuat syiar Al-Qur’an, di sisi lain kegiatan ini ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan kolaborasi nyata dalam mendukung MTQH sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Pelaku IKM dan UMKM dinilai punya peran strategis dalam membuka lapangan kerja dan menjaga roda ekonomi tetap berjalan.
“Melalui bazar ini, pelaku usaha mendapat ruang promosi dan akses pasar yang lebih luas. Harapannya produk lokal bisa semakin dikenal,” kata Weni.
Ia juga mengajak para peserta untuk memaksimalkan momentum ini dengan menampilkan produk unggulan secara kreatif.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk memasarkan produk masing-masing,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menyebut bazar ini menjadi wadah strategis untuk pemasaran produk lokal.
“Melalui bazar ini, pelaku usaha bisa memasarkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Riany menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan pendukung usaha seperti informasi permodalan dan sertifikasi halal,” katanya.(*)
Editor: Don






