Bentan.co.id – Komisi 3 DPRD Karimun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait peristiwa blackout (padam total) listrik oleh PT PLN (Persero) di Pulau Karimun Besar pada 20-23 Juli 2026 lalu.
RDP digelar di ruang Banmus DPRD Karimun, jalan Canggai Putri, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Selasa (28/7/2026) mulai sekira pukul 10.00 WIB.
RDP dipimpin Wakil Ketua 2 DPRD Karimun Ady Hermawan didampingi Wakil Ketua I Satria dan Ketua Komisi 3 Efrizal.
Turut hadir anggota Komisi 3 DPRD Karimun yakni Ery Januardin, Wiyono, Abdul Razak alias Topo dan Dedi Jarliyostika.
Sementara dari pihak PT PLN (Persero) hadir Manager ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, Manager PLTU Sei Batak yakni Riki dan Manager PLTD Bukit Carok Rio Cahyadi.
Dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun hadir Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Zulfan dan Kabid ESDM Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Dr Vandarones Purba.
Pada RDP itu DPRD Karimun melayangkan 8 pertanyaan seputar kelistrikan di Kabupaten Karimun khususnya Pulau Karimun Besar sebagai pusat pemerintahan.
Diantara pertanyaannya yakni perihal kronologi terjadinya pemadaman total listrik se-Pulau Karimun Besar pada 20 hingga 23 Juli 2026.
DPRD Karimun juga mempertanyakan perihal pemberian kompensasi bagi pelanggan ULP Tanjungbalai Karimun yang terdampak akibat blackout tersebut.
Wakil Ketua 2 DPRD Karimun Ady Hermawan juga menanyakan perihal rencana ULP Tanjungbalai Karimun sebagai perpanjangan tangan PT PLN (Persero) agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada masa akan datang.
“Karimun ini semakin hari permintaan akan kebutuhan listriknya terus meningkat, kami selaku wakil rakyat ingin mendengar apa rencana ULP Tanjungbalai Karimun ke depannya agar kejadian blackout kemarin tidak terulang kembali pada masa akan datang,” ujar Ady Hermawan, Selasa.
Politisi Partai Hanura itu khawatir jika persoalan defisit daya listrik di Karimun tidak ditanggulangi mulai dengan perencanaan matang dari sekarang, akan sangat menggangu terutama dalam hal menarik investasi masuk ke Karimun.
Manager ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan kepada DPRD Karimun menyebut akan ada pemberian kompensasi bagi pelanggan terdampak akibat blackout pada 20 hingga 23 Juli 2026.
Hanya saja saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah pelanggan dan penghitungan durasi pemadaman yang dialami masing-masing pelanggan.
“Saat ini kami tengah melakukan pendataan jumlah pelanggan yang terdampak. Harap bersabar karena ini (pendataan, red) butuh waktu,” ujar Subhan.
Perihal skema pemberian kompensasi, Subhan memperkirakan dalam bentuk pemberian kuota bagi pelanggan pengguna token dan pengurangan tagihan bagi pelanggan pengguna meteran.
“Bentuknya nanti bisa penambahan kuota bagi pelanggan pengguna token dan pengurangan tagihan bagi pelanggan pengguna meteran,” ujarnya.
Ady Hermawan berharap, kompensasi dapat disalurkan paling lambat pada September mendatang.
“Kami DPRD Karimun berharap agar kompensasi bagi pelanggan terdampak akibat pemadaman total kemarin disalurkan paling lambat September demi menjaga kepercayaan pelanggan,” ungkap Ady.
Perihal perkembangan kelistrikan di ULP Tanjungbalai Karimun saat ini, Ahmad Subhan mengatakan, pihaknya masih defisit daya antara 1 hingga 1,5 Mega Watt.
“Beban puncak kita saat ini mencapai 34-35 MW, sementara daya sekitar 32 hingga 33 MW, jadi ada defisit sekitar 1 hingga 1,5 MW,” ujar Subhan.
Namun hal itu akan teratasi jika 6 unit mesin baru sudah masuk sistem di PLTD Bukit Carok pertengahan Agustus mendatang.
“Kami datangkan 6 unit mesin PLTD baru, saat ini masih dalam proses instalasi, kami perkirakan pertengahan Agustus sebelum HUT RI sudah masuk ke sistem,” kata Subhan.
Selain itu, pemadaman bergilir dikatakan Subhan juga bergantung pada perkembangan cuaca terutama cuaca terik.
“Contohnya beberapa hari lalu itu pas juga cuaca cukup terik sehingga mengganggu kinerja mesin kita. Ya semoga ke depan, cuaca mendukung sehingga pemadaman tidak perlu dilakukan,” ungkapnya.
Manager PLTD Bukit Carok Rio menambahkan, pihaknya tengah melakukan perbaikan mesin pada dua unit dengan kapasitas 2 MW dan ditargetkan selesai dalam minggu ini.
“Peningkatan daya mampu mesin eksisting 1 unit dengan target peningkatan 0,5 MW,” ujar Rio.
Sementara PLTU Sei Batak, Managernya yakni Riki mengatakan, pihaknya berencana membangun PLTS dengan kapasitas daya 2,6 MWP yang ditargetkan selesai Tri Wulan ke-4 tahun 2026 ini.
“Diharapkan dengan adanya pembangunan PLTS ini, daya salur PLTU ke sistem Karimun meningkat sebesar 1,5 hingga 2 MW,” ujar Riki.(Rch)
Editor: Don






