Bentan.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto di SMAN 1 Batam, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Dalam kesempatan itu, Nyanyang menegaskan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk mendukung kualitas belajar siswa.
Menurutnya, program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan diharapkan mampu menghadirkan sekolah yang lebih layak, modern, dan menyenangkan bagi para pelajar di Kepri.
“Dengan fasilitas yang dibangun seperti ruang kelas, ruang praktik siswa, ruang kepala sekolah, ruang pimpinan, ruang OSIS, hingga fasilitas penunjang lainnya, kita berharap murid dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bahagia,” ujarnya.
Nyanyang juga mengajak seluruh warga sekolah hingga masyarakat sekitar untuk ikut menjaga fasilitas pendidikan yang telah dibangun pemerintah agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Sekaligus kita ajarkan anak-anak untuk ikut bertanggung jawab merawat sekolahnya dengan baik,” katanya.
Nyanyang turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kepulauan Riau.
Mulai dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP), Balai Bahasa, hingga Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Ia menyebut sinergi tersebut ikut mendorong peningkatan capaian pendidikan di Kepri sepanjang 2025.
Salah satunya terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau yang naik dari 79,89 menjadi 80,53 poin atau meningkat sekitar 0,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, Kepri juga mencatat prestasi nasional di bidang pendidikan, termasuk capaian literasi Bahasa Indonesia dan Matematika yang masuk jajaran terbaik tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun 2025 memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB dengan total mencapai Rp59,16 miliar.
Untuk jenjang SMA, program tersebut meliputi pembangunan unit sekolah baru, revitalisasi, dan rehabilitasi sejumlah sekolah di Batam maupun kabupaten/kota lainnya dengan total anggaran lebih dari Rp33,5 miliar.
Sementara itu, jenjang SMK mendapat bantuan revitalisasi dan rehabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp24,89 miliar yang dialokasikan untuk sekolah negeri dan swasta di Batam, Karimun, Natuna, hingga wilayah kepulauan lainnya.
Sedangkan untuk SLB, program rehabilitasi diberikan kepada SLBN 1 Tanjungpinang dengan nilai anggaran sekitar Rp754 juta.
Nyanyang berharap pemerintah pusat terus memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di Kepulauan Riau, khususnya peralatan praktik untuk siswa SMK agar kompetensi lulusan semakin meningkat.
“Masih banyak kekurangan terutama peralatan praktik siswa untuk meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan ke depan mendapat perhatian dan bantuan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tutupnya.(*)
Editor: Don






