Bentan.co.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri terus menggencarkan kampanye menjaga kebersihan dan keindahan destinasi wisata lewat Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026).
Program yang digelar di kawasan Balai Adat dan pesisir Pulau Penyengat ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Wisata Bersih tingkat nasional sekaligus mendukung kampanye Indonesia ASRI yang saat ini terus dijalankan di berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Baca juga: Diikuti Pegolf Mancanegara, Batam-Bintan Golf Tournament Jadi Magnet Wisata Kepri
Melalui gerakan tersebut, pemerintah ingin membangun budaya sadar wisata dengan menjaga kebersihan lingkungan, kelestarian alam, serta kenyamanan kawasan wisata agar semakin diminati wisatawan.
Pulau Penyengat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah dan budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Kawasan ini juga memiliki nilai penting di tingkat nasional hingga internasional, terutama dengan keberadaan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Baca juga: Lagoi Bay Bintan, Pantainya Bersih dan Fasilitas Lengkap Bikin Betah
Kegiatan diawali dengan aksi penghijauan melalui penanaman bibit pohon produktif dan pohon peneduh di sekitar Balai Adat serta kawasan pesisir Pulau Penyengat.
Setelah itu, peserta melanjutkan gotong royong massal membersihkan area Balai Adat dan bibir pantai dari sampah plastik maupun sampah organik.
Gerakan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri, TNI/Polri, Basarnas, pelajar SMP Negeri 4 Tanjungpinang, hingga mahasiswa Miftahul Ulum.
Baca juga: Pulau Penyengat Makin Ramai, Wisata Sejarah Ini Dorong Ekonomi Kepri
Keterlibatan generasi muda disebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap destinasi wisata sejak dini.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan mengatakan Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama menjaga citra pariwisata Kepri agar tetap bersih, nyaman, dan kompetitif.
“Pulau Penyengat adalah ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia. Kita ingin memastikan para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang asri, bersih, sehat, dan nyaman. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Hasan.
Menurut Hasan, kualitas lingkungan destinasi wisata menjadi faktor penting untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat citra Kepri sebagai destinasi unggulan Indonesia.
“Melalui Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI, kita ingin membangun budaya sadar wisata yang dimulai dari hal sederhana, yakni menjaga kebersihan dan keindahan destinasi. Kepri memiliki kekuatan wisata bahari, sejarah, dan budaya yang luar biasa dan semuanya harus dijaga bersama,” tambahnya.
Ia juga menegaskan kegiatan serupa akan terus digelar di sejumlah destinasi prioritas Kepri sepanjang 2026.
Baca juga: Akademisi Malaysia Kagumi Manuskrip Sejarah Pulau Penyengat, Buka Peluang Kolaborasi Budaya
Setelah Pulau Penyengat, program tersebut direncanakan berlanjut ke kawasan Pantai Trikora dan kawasan Gurindam 12.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan peningkatan kualitas destinasi wisata guna mendukung target 2 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 sekaligus mewujudkan Kepulauan Riau sebagai green tourism destination di wilayah barat Indonesia.(*)
Editor: Don






