Pemprov Kepri dan BTN Bahas Rumah untuk ASN hingga Digitalisasi Daerah

Pemprov Kepri dan BTN Bahas Rumah untuk ASN hingga Digitalisasi Daerah
Tiga agenda menjadi pembahasan utama saat Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima audiensi jajaran Bank Tabungan Negara (BTN), Kamis (1/10/2026). F. Pemprov Kepri.

Bentan.co.id – Tiga agenda menjadi pembahasan utama saat Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima audiensi jajaran Bank Tabungan Negara (BTN), Kamis (1/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang awal bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan BTN untuk menjajaki sejumlah peluang kerja sama, mulai dari penyediaan perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN), digitalisasi daerah, hingga penguatan perekonomian.

Jajaran BTN yang hadir dipimpin Komisaris Independen BTN Pietra Machreza Paloh.

Ia didampingi Regional Head Vidy Aryo Fajar, Branch Manager Toto Juniarto, Deputy Business Skendra Putra, serta Funding and Transaction Manager Ines.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada tiga bidang. Pertama, peluang kerja sama penyediaan perumahan bagi ASN.

Kedua, penguatan digitalisasi daerah. Ketiga, kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

Gubernur Ansar menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah dan sektor perbankan dapat saling mendukung dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus menunjang program pembangunan.

BTN dan Pemprov Kepri bahas perumahan ASN

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah peluang kerja sama di sektor perumahan ASN.

Gubernur Ansar menilai kerja sama dengan BTN dapat didalami untuk mencari skema pembiayaan yang memudahkan ASN mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Salah satunya bagaimana kita dapat menghadirkan kemudahan bagi ASN untuk memiliki hunian yang layak melalui skema yang sesuai dan terjangkau,” ujar Ansar.

Pembahasan mengenai perumahan ini menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Terutama untuk menghadirkan pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Selain perumahan, Pemprov Kepri dan BTN juga membahas peluang kerja sama dalam digitalisasi daerah.

Kolaborasi di bidang ini diharapkan dapat mendukung pelayanan pemerintahan agar semakin efektif dan efisien.

Digitalisasi juga dinilai penting untuk mendorong transparansi serta menyesuaikan layanan pemerintah dengan perkembangan teknologi.

Gubernur Ansar mengatakan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Digitalisasi bukan hanya mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan kemudahan, mempercepat pelayanan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor perbankan di bidang digitalisasi dapat mencakup berbagai kebutuhan.

Namun, bentuk dan teknis kolaborasinya masih akan dibahas lebih lanjut sesuai kebutuhan daerah.

Agenda ketiga berkaitan dengan peluang kolaborasi BTN dan Pemprov Kepri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Ansar berharap kerja sama yang nantinya dibangun dapat diarahkan ke sektor-sektor produktif sehingga ikut mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara.

Kondisi tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah.

Namun, pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.

“Prinsipnya, setiap kerja sama harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat. Kita ingin kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Ansar.

Audiensi antara Pemprov Kepri dan BTN menjadi langkah awal untuk membahas bentuk kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan.

Pembahasan teknis akan dilakukan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan daerah serta ketentuan yang berlaku.(*)

Editor: Brm

Pos terkait