Bentan.co.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Kota Batam menggelar seminar penguatan ideologi Pancasila di Auditorium Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Kota Batam.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan paguyuban, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dosen hingga mahasiswa se-Kota Batam.
Seminar tersebut membahas pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang diwakili Asisten I Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri.
Sejumlah narasumber turut hadir dalam seminar ini, di antaranya Dian Hari Susanto, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Batam; Budi Dermawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam; serta Prof. Dr. Ermaya Suradinata, Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI sekaligus mantan Ketua Lemhannas RI.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara.
Nilai-nilainya juga perlu diterapkan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, dan membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata secara khusus mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut menjaga dan mengamalkan Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila merupakan landasan utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial semata,” jelasnya.
Ketua Umum DPD BMKJ Kota Batam, Syaiful Bahtiar, mengatakan seminar ini digelar dengan melihat perkembangan Kota Batam yang terus bertumbuh, baik dari sisi jumlah penduduk maupun keberagaman masyarakatnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, toleransi, dan pemahaman terhadap ideologi Pancasila.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Syaiful juga menilai paguyuban, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan.
Peran tersebut dibutuhkan untuk mencegah munculnya intoleransi, ujaran kebencian, provokasi, hingga polarisasi yang dapat memengaruhi hubungan antarwarga.
Selain itu, penguatan literasi digital dan dialog lintas budaya maupun agama juga perlu terus dilakukan. Dengan begitu, berbagai perbedaan dapat disikapi melalui komunikasi dan musyawarah.
“Melalui seminar ini, DPD BMKJ Kota Batam berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan,” tegas Syaiful.(*)
Editor: Don







