DPK Tanjungpinang Siapkan 100 Pelajar Jadi Agen Literasi Lewat Lomba Resensi Buku

DPK Tanjungpinang Siapkan 100 Pelajar Jadi Agen Literasi Lewat Lomba Resensi Buku
Sebanyak 100 pelajar SMP dan SMA di Kota Tanjungpinang mengikuti pembekalan lomba resensi buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang. F. Pemko Tanjungpinang.

Bentan.co.id — Sebanyak 100 pelajar SMP dan SMA di Kota Tanjungpinang mengikuti pembekalan lomba resensi buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat melalui ulasan buku.

Pembekalan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kamis (22/10/2026). Peserta terdiri atas 50 pelajar SMP dan 50 pelajar SMA.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, Elfiani Sandri, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong pelajar memanfaatkan koleksi perpustakaan sekaligus meningkatkan keterampilan literasi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, menulis resensi bukan hanya soal merangkum isi buku. Pelajar juga diajak memahami bacaan, menyusun pendapat, dan mengembangkan cara berpikir kritis.

“Melalui proses membaca dan menulis resensi, para peserta belajar mengembangkan opini, berpikir kritis, serta dapat menyampaikan gagasannya secara efektif,” tutur Elfiani.

Ia berharap pembekalan ini dapat membantu peserta menyempurnakan resensi yang telah dibuat.

Elfiani juga mengajak para pelajar memanfaatkan koleksi Perpustakaan Kota Tanjungpinang untuk menambah wawasan dan mengembangkan kreativitas.

Kepala DPK Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bahwa pembekalan merupakan tahap awal rangkaian Lomba Resensi Buku 2026.

Peserta dijaring melalui koordinasi dengan bidang pendidikan serta pendaftaran daring melalui situs DPK Tanjungpinang.

Dalam lomba ini, setiap peserta wajib membuat resensi dari buku yang tersedia di koleksi Perpustakaan Kota Tanjungpinang.

Resensi yang dibuat tidak cukup hanya berisi ringkasan cerita atau pembahasan buku. Peserta juga perlu menyampaikan ulasan secara kritis, sistematis, dan komunikatif.

Materi dan kemampuan yang dikembangkan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pelajar SMP diarahkan untuk memahami bacaan, menyampaikan pendapat secara logis, dan menuangkan gagasan dalam tulisan.

Sementara itu, pelajar SMA diharapkan mampu mengulas karya dengan pendekatan yang lebih kritis, analitis, dan argumentatif.

Meitya menambahkan, lomba ini sekaligus memperkenalkan beragam koleksi perpustakaan kepada pelajar.

Koleksi tersebut mencakup buku fiksi dan nonfiksi, budaya Melayu, sejarah Tanjungpinang, hingga kearifan maritim.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pemenang. Lebih dari itu, lomba diharapkan dapat mendorong kebiasaan membaca dan menulis di lingkungan sekolah.

“Harapannya, lomba ini bukan hanya mencari juara satu, dua, dan tiga, tetapi mencari 100 agen literasi baru yang akan menularkan budaya gemar membaca dan menulis di sekolah masing-masing,” ujar Meitya.

Selain menghasilkan tulisan, peserta juga akan membuat video resensi buku. Kabid Pelayanan Perpustakaan DPK Tanjungpinang, Sony Andriana Kusuma, menyampaikan bahwa karya tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan koleksi perpustakaan sekaligus menarik minat pelajar lain untuk membaca dan menulis.

“Hasil resensi peserta juga direncanakan dihimpun dalam sebuah antologi yang akan disampaikan ke Perpustakaan Nasional,” kata Sony.

Pembekalan berlangsung selama dua hari, pada 22–23 Oktober 2026. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik penulisan resensi buku dan pembuatan video resensi.(*)

Editor: Don

Pos terkait