Harga Telur dan Cabai Lebih Murah, Gerai Pangan Tanjungpinang Ramai Diserbu ASN

Harga Telur dan Cabai Lebih Murah, Gerai Pangan Tanjungpinang Ramai Diserbu ASN
Usai mengikuti senam bersama, sejumlah ASN Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang langsung berburu kebutuhan dapur dan jajanan di halaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026). F. Pemko Tanjungpinang.

Bentan.co.id – Usai mengikuti senam bersama, sejumlah ASN Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang langsung berburu kebutuhan dapur dan jajanan di halaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026).

Gerai Pangan Roadshow Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) serta Bazar UMKM menjadi tempat ASN berbelanja.

Berbagai kebutuhan sehari-hari seperti bawang, cabai, sayuran dan telur tersedia dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Sementara itu, Bazar UMKM menawarkan beragam makanan dan minuman yang bisa menjadi pilihan sarapan atau camilan setelah senam.

Bacaan Lainnya

Salah seorang ASN, Fitriah, terlihat membeli telur ayam kampung, telur asin, cabai dan sayuran.

Ia mengatakan harga telur di gerai pangan lebih murah dibandingkan yang biasa ia temui di pasar.

“Telur ayam kampung Rp15 ribu isi lima. Kalau di pasar sekitar Rp4 ribu satu butir. Telur asin Rp20 ribu isi lima, sedangkan di pasar sekitar Rp5 ribu satu butir,” kata Fitriah.

Selain telur, Fitriah juga membawa pulang cabai dan sayuran. Menurutnya, harga yang ditawarkan cukup terjangkau.

Berbelanja di gerai pangan juga sekaligus menjadi cara untuk mendukung petani dan peternak lokal.

“Harganya murah. Di samping itu, kita dukung para petani dan peternak kita biar jualannya habis terjual,” ucapnya.

Gerai pangan tersebut turut diisi kelompok tani binaan DPPP. Salah satunya Partini yang membawa hasil panen dari kebunnya untuk dijual kepada masyarakat.

Ia mengapresiasi Pemko Tanjungpinang yang terus memberikan ruang bagi kelompok tani untuk memasarkan hasil pertanian dalam berbagai kegiatan.

“Kelompok tani kami di bawah binaan DPPP. Di sini selain memasarkan hasil panen kami, juga membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Sejumlah komoditas yang dijual kelompok tani juga dipatok lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Cabai merah dan cabai rawit masing-masing dijual Rp6 ribu, sedangkan cabai hijau Rp5 ribu.

“Semua ini hasil panen sendiri dari kebun kami,” sebut Partini.

Selain kebutuhan pangan, bazar juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka.

Sebanyak sembilan pelaku UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang ikut menjajakan makanan dan minuman.

Salah satunya Farah Wati atau yang akrab disapa Mak Ucu. Ia mengaku senang mendapat kesempatan berjualan dalam kegiatan tersebut karena produknya bisa langsung dikenalkan kepada ASN dan masyarakat.

Farah juga berterima kasih kepada Pemko Tanjungpinang yang terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk.

“Alhamdulillah dagangan saya laris, sarapan pagi dan minuman banyak diborong ASN usai senam,” tuturnya.(*)

Editor: Don

Pos terkait