Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di Gerakan Pangan Murah Tanjungpinang

Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di Gerakan Pangan Murah Tanjungpinang
Kepala DPPP Kota Tanjungpinang Robert Lukman menyatakan beras SPHP dan minyak goreng menjadi dua bahan pokok yang paling banyak dicari warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tanjungpinang. F. Pemko Tanjungpinang.

Bentan.co.id – Beras SPHP dan minyak goreng menjadi dua bahan pokok yang paling banyak dicari warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tanjungpinang.

Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang itu berlangsung di halaman Kantor Dishub Sei Carang, Bintan Center, Kamis (20/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga sekitar 10-15 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kepala DPPP Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (21/8). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Bacaan Lainnya

Menurut Robert, GPM digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan.

“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia,” kata Robert.

Ada lima komoditas yang paling banyak diburu warga dalam kegiatan tersebut. Selain beras SPHP dan minyak goreng, warga juga banyak membeli telur, cabai dan gula pasir.

Kelima komoditas tersebut dijual sekitar 10-15 persen di bawah harga pasar.

“Lima komoditas inilah yang ramai peminatnya, yang selalu dibeli masyarakat,” ujar Robert.

Robert mengatakan jumlah stok yang disiapkan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Jika permintaan meningkat, stok akan ditambah.

Untuk kegiatan GPM kali ini, Bulog menyiapkan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng. Sementara cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.

“Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras dan Adibapok,” tambahnya.

Menurut Robert, GPM tetap diperlukan meski digelar pada pertengahan bulan. Salah satu tujuannya adalah membantu menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi.

Namun, ia menjelaskan bahwa perubahan inflasi tidak hanya dipengaruhi harga bahan pangan.

“Kalau secara umum, ketahanan pangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan inflasi pada bulan terakhir Juni-Juli. Dari rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil,” sebutnya.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan Bulog ikut menyediakan beras SPHP dan minyak goreng dalam kegiatan tersebut.

Total yang disiapkan Bulog mencapai satu ton beras SPHP dan 600 liter minyak goreng.

Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram, harga yang ditawarkan Rp58 ribu. Harga tersebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp65 ribu.

Sementara minyak goreng dijual Rp15 ribu, lebih rendah dari HET Rp15.700.

“Yang pasti kita jual beras dan minyak di bawah HET. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita lihat kondisinya, kalau animo masyarakat meningkat, nanti kita tambah lagi stok untuk kebutuhan,” kata Arief.(*)

Editor: Don

Pos terkait