Bentan.co.id – PT PLN Indonesia Power UP PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3) Internal pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di UP PLTU Tanjung Balai Karimun ini diikuti para karyawan perusahaan.
Selain membahas keselamatan kerja, sosialisasi juga mengangkat isu kesehatan seperti HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Puskesmas Tebing serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau.
Team Leader K3L dan Keamanan PLN Indonesia Power UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Novian Dwi Nugraha, mengatakan sosialisasi K3 bukan sekadar agenda rutin perusahaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran karyawan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab setiap individu.
Dalam sosialisasi, ada dua topik utama yang dibahas. Pertama, pencegahan HIV/AIDS dan TBC di tempat kerja. Kedua, pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Hal ini dinilai penting karena lingkungan pembangkit memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari mesin, listrik, panas, tekanan, bahan kimia, pekerjaan di ketinggian, hingga aktivitas pemeliharaan.
Novian mengatakan penerapan K3 tidak cukup hanya dengan mengikuti SOP atau memperhatikan rambu-rambu keselamatan.
Menurutnya, budaya keselamatan juga perlu dibangun melalui kepedulian antarpekerja.
“Kita berkumpul untuk meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan dan kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab kita masing-masing. Target produksi, keandalan pembangkit, dan pencapaian pekerjaan memang penting, tetapi tidak ada satu pun target yang lebih penting daripada keselamatan manusia. Tidak ada pekerjaan yang begitu mendesak sehingga harus mengorbankan keselamatan. Budaya K3 terbentuk ketika setiap orang berani peduli, berani mengingatkan, dan berani menghentikan pekerjaan yang tidak aman,” tegas Novian Dwi Nugraha.
Bahas HIV/AIDS dan TBC di tempat kerja
Sesi pertama diisi dengan materi Pencegahan HIV/AIDS dan TBC di Tempat Kerja yang disampaikan dr. Citra Yuni, M.K.M. dari Puskesmas Tebing.
Dalam sesi tersebut, dr. Citra menjelaskan mengenai cara penularan, pencegahan, dan penanganan HIV/AIDS serta TBC di lingkungan kerja.
Materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Para peserta juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait kesehatan di tempat kerja.
Sementara itu, sesi kedua membahas Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Materi disampaikan oleh Rd. Riaiswety Aliismangun, S.H., dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau.
Riaiswety menjelaskan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja di lingkungan industri.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan yang dapat dilakukan saat bekerja.
Kehadiran narasumber dari instansi pemerintah dan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari kolaborasi dalam memberikan pemahaman K3 kepada para karyawan PLN Indonesia Power UP PLTU Tanjung Balai Karimun.
Belajar K3 lewat kuis Kahoot
Setelah materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis menggunakan platform Kahoot.
Kuis tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan.
Format kuis yang interaktif juga membuat sesi edukasi berlangsung lebih santai.
Peserta mengikuti kuis dengan menjawab pertanyaan secara langsung menggunakan perangkat masing-masing. Suasana kompetitif terlihat selama sesi berlangsung.
Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Riki Aditiyawarman, mengatakan edukasi K3 menjadi bagian dari upaya perusahaan membekali karyawan dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bekerja secara aman.
“K3 bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan sebuah nilai yang harus dihayati dan dipraktikkan setiap hari. Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh karyawan semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, sehingga kita semua dapat pulang ke rumah dengan selamat setiap harinya,” ujar Riki Aditiyawarman.(*)
Editor: Don






