PLN Indonesia Power Karimun Gelar Tes Urine Pegawai, Gandeng BNN Kepri

PLN Indonesia Power Karimun Gelar Tes Urine Pegawai, Gandeng BNN Kepri
PT PLN Indonesia Power Unit Pelaksana (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar tes urine bagi pegawai pada Selasa (8/9/2026). F. PLN IP UBP Kepri.

Bentan.co.id – PT PLN Indonesia Power Unit Pelaksana (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun menggelar tes urine bagi pegawai pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.

Pelaksanaannya bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau.

Seluruh pegawai UP PLTU Tanjung Balai Karimun mengikuti pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BNN Kepri.

Bacaan Lainnya

Tes urine ini menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjaga lingkungan kerja tetap aman dan mendukung budaya kerja yang mengutamakan kesehatan, keselamatan, serta integritas.

Bagi perusahaan, kondisi fisik dan mental pegawai menjadi perhatian penting, terutama karena aktivitas di pembangkit listrik memiliki sejumlah risiko kerja.

Pegawai yang bekerja di lingkungan pembangkit berhadapan dengan berbagai aktivitas dan peralatan yang membutuhkan konsentrasi serta kewaspadaan.

Karena itu, kondisi setiap pekerja perlu dijaga agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan aman.

Penyalahgunaan narkoba juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, dan kewaspadaan seseorang. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan PLN Indonesia Power.

Pelaksanaan tes urine dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan petugas dari BNN Provinsi Kepulauan Riau.

Seluruh pegawai mengikuti pemeriksaan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Keterlibatan BNN Kepri juga memastikan proses pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Kerja sama ini sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pemerintah dalam melakukan langkah pencegahan narkoba di lingkungan kerja.

Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Riki Aditiyawarman, mengatakan tes urine bukan dilakukan karena perusahaan tidak percaya kepada pegawai.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut justru menjadi bagian dari upaya menjaga pegawai dan lingkungan kerja dari risiko penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan tes urine ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berintegritas. Di lingkungan pembangkit seperti ini, kondisi fisik dan mental setiap pegawai sangat menentukan keselamatan dan kelancaran operasional. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rekan-rekan bekerja dalam kondisi terbaik mereka, bebas dari pengaruh zat-zat yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Riki.

Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Lingkungan kerja yang sehat juga berkaitan dengan produktivitas dan keselamatan.

Terlebih, pegawai di unit pembangkit memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan operasional aset dan keandalan pasokan listrik.

PLN Indonesia Power UP PLTU Tanjung Balai Karimun menyatakan akan terus menjalankan program pembinaan, pencegahan, dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.(*)

Editor: Don

Pos terkait