Bentan.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan jumlah wisatawan mancing dari luar negeri yang masuk melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura mulai mengalami penurunan.
Salah satu penyebabnya adalah keluhan wisatawan yang kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan.
Menurut Lis, informasi tersebut diperoleh dari pelaku usaha perjalanan wisata yang selama ini melayani wisatawan, terutama dari Malaysia.
Sejumlah wisatawan disebut memilih meninggalkan hasil tangkapan mereka di Tanjungpinang, sementara sebagian lainnya memilih masuk melalui daerah lain yang dinilai lebih memudahkan.
“Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka membawa box hasil pancingan untuk pulang, selalu ditahan,” kata Lis, Jumat (10/7/2026).
Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 837.015 orang.
Angka tersebut meningkat 17,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 26.605 wisatawan masuk melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura atau sekitar 3,18 persen dari seluruh wisatawan mancanegara yang datang ke Kepri. Jumlah itu masih berada di bawah pintu masuk Batam, Bintan, dan Karimun.
Lis mengatakan, keluhan terkait hasil tangkapan ikan sudah beberapa kali disampaikan oleh agen perjalanan dari Malaysia kepada mitra usaha wisata di Tanjungpinang.
Menurutnya, persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak memengaruhi minat wisatawan memilih Tanjungpinang sebagai destinasi wisata mancing.
Untuk mencari solusi, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menjalin komunikasi dengan Bea Cukai dan Kantor Imigrasi.
“Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi. Kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.
Lis menegaskan pengembangan sektor pariwisata membutuhkan dukungan seluruh pihak. Ia berharap kemudahan bagi wisatawan dapat diwujudkan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
“Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia,” tutupnya.(*)
Editor: Don






