Bentan.co.id – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Djunaidy, memimpin apel peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Karimun Tahun 2026.
Peringatan tahun ini mengangkat pesan tentang pentingnya ketahanan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak.
Dalam amanatnya, Djunaidy menyoroti perubahan pola interaksi dalam keluarga akibat penggunaan perangkat digital yang semakin intens.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun juga perlu diimbangi dengan komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga.
“Dewasa ini, anggota keluarga cenderung lebih banyak berinteraksi dengan layar daripada satu sama lain. Momen kebersamaan tersita oleh konsumsi konten digital, dan kedekatan emosional perlahan tergerus oleh jarak yang justru tercipta di dalam satu rumah yang sama,” ungkap Djunaidy menyampaikan esensi Narasi Tunggal Harganas 2026.
Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten Karimun mengajak masyarakat untuk membangun keluarga yang kuat sekaligus bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Ada tiga langkah utama yang menjadi fokus dalam penguatan ketahanan keluarga, yaitu bijak mengelola teknologi, dengan menerapkan batas waktu penggunaan gawai (screen time) yang sehat bagi anak maupun orang tua.
Lalu, membangun tradisi tanpa gawai, dengan menghadirkan waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga tanpa gangguan perangkat digital.
Kemudian, menciptakan interaksi yang berkualitas**, melalui komunikasi yang hangat, terbuka, penuh perhatian, dan saling mendengarkan antaranggota keluarga.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan dalam keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Selain mendorong penggunaan teknologi yang lebih bijak, peringatan Harganas 2026 juga menyoroti pentingnya Gerakan #AyahWajibHadir.
Djunaidy menjelaskan bahwa kehadiran ayah bukan hanya sebatas hadir secara fisik atau hubungan biologis, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak.
Peran tersebut juga dapat dijalankan oleh sosok laki-laki yang menjadi panutan di lingkungan keluarga, seperti kakek, paman, kakak laki-laki, ayah sambung, maupun mentor.
“Ayah harus hadir dalam percakapan yang membangun kepercayaan, memberikan keteladanan, memperkuat rasa aman, serta memberikan perhatian konsisten terhadap proses tumbuh kembang anak. Ayah yang hadir hari ini sedang menanam generasi yang sehat, berkarakter, dan produktif demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(*)
Editor: Don






