Bentan.co.id – Proyek strategis Jembatan Batam-Bintan yang selama ini digadang-gadang menjadi penghubung dua pusat ekonomi terbesar di Kepulauan Riau hingga kini belum juga memasuki tahap pembangunan.
Setelah bertahun-tahun masuk dalam daftar proyek prioritas daerah, realisasinya masih terkendala persoalan pendanaan dan belum adanya investor yang siap membiayai proyek tersebut.
Pemerintah Provinsi Kepri mengakui pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Baca juga: Pegiat Lingkungan Asal Bintan Raih Penghargaan Kalpataru Adya 2026 dari Menteri Lingkungan Hidup
Selain membutuhkan investasi besar, nilai proyek juga terus mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya material dan konstruksi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait kelanjutan proyek tersebut.
Di sisi lain, Pemprov Kepri juga membuka peluang bagi investor swasta yang berminat membangun jembatan tersebut secara penuh.
Baca juga: Pemkab Bintan Alokasikan Rp1,7 Miliar untuk Perbaikan 44 Rumah Tidak Layak Huni pada 2026
“Kalau ada investor yang mau membangun secara utuh, tentu akan kita dorong,” ujar Ansar, Jumat (12/6/2026) seperti ditulis gowestid.
Menurutnya, estimasi biaya pembangunan Jembatan Batam-Bintan saat ini telah melampaui Rp17 triliun.
Angka tersebut meningkat dibandingkan perhitungan sebelumnya yang berada di kisaran Rp16 triliun.
Baca juga: Lomba Bertutur Bintan 2026, Cara Seru Kenalkan Budaya Melayu ke Generasi Muda
Meski membutuhkan investasi dalam jumlah besar, Pemerintah Provinsi Kepri tetap optimistis proyek ini memiliki daya tarik bagi investor yang berorientasi jangka panjang.
Namun hingga pertengahan 2026, belum ada investor yang secara resmi menyatakan kesiapan untuk mendanai pembangunan jembatan tersebut.
“Kami juga akan koordinasi dengan pelaku investasi di Kepri. Barangkali bisa gotong royong membangun proyek ini,” katanya.
Jembatan Batam-Bintan selama ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Kehadiran infrastruktur tersebut diyakini akan memperkuat konektivitas antara Batam sebagai pusat industri, perdagangan, dan logistik dengan Bintan yang berkembang sebagai kawasan pariwisata serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Jika terealisasi, jembatan ini diproyeksikan dapat memperlancar mobilitas barang dan penumpang, mempercepat arus investasi, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kepulauan Riau.
Baca juga: GOW Tanjungpinang Edukasi Perempuan soal Gizi, UMKM Pangan Juga Didorong Lebih Sehat
Meski demikian, proyek tersebut hingga kini masih berada pada tahap perencanaan dan pencarian sumber pendanaan.
Belum adanya investor, belum pastinya skema pembiayaan, serta meningkatnya nilai investasi menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan sebelum pembangunan fisik dimulai.
Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan yang kerap disampaikan masyarakat, yakni kapan proyek Jembatan Batam-Bintan benar-benar memasuki tahap konstruksi dan tidak lagi sebatas wacana pembangunan.
Baca juga: Jembatan Batam-Bintan hingga Kawasan Wisata Masuk RTRW Bintan 2026–2046
Ansar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tetap berkomitmen memperjuangkan realisasi proyek tersebut.
“Sampai masa jabatan selesai, akan terus kita kejar,” kata Ansar.(*)
Editor: Don






