PLN Gandeng DLH dan LSM Jalankan Program Penghijauan GAHARU di Karimun

PLN Gandeng DLH dan LSM Jalankan Program Penghijauan GAHARU di Karimun
PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau (Kepri) UP PLTU Tanjung Balai Karimun kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui Program Gerakan Penghijauan dan Ruang Terbuka Hijau (GAHARU). F. PLN IP UBP Kepri.

Bentan.co.id – PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau (Kepri) UP PLTU Tanjung Balai Karimun kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui Program Gerakan Penghijauan dan Ruang Terbuka Hijau (GAHARU).

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, di area UP PLTU Tanjung Balai Karimun.

Kegiatan ini menjadi langkah bersama antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan nyaman, khususnya di wilayah Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

MoU Program GAHARU ditandatangani oleh empat pihak, yakni Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Camat Tebing, serta LSM ALIM Kepri.

Bacaan Lainnya

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya penghijauan dan ruang terbuka hijau.

Program GAHARU sendiri dirancang sebagai gerakan penghijauan di sejumlah titik strategis di Kecamatan Tebing dan sekitarnya.

Selain memperindah lingkungan, program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas udara dan mendukung penyerapan karbon.

Melalui program ini, PLN Indonesia Power menegaskan bahwa operasional pembangkit listrik tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Manager UBP Kepri, Andi Taufik, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar program penghijauan bisa berjalan dalam jangka panjang.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga lingkungan kita. MoU ini bukan sekadar dokumen, melainkan ikrar bersama bahwa kita semua memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga bumi ini untuk generasi yang akan datang. Kami berharap program GAHARU tidak berhenti di satu kegiatan, tetapi terus tumbuh dan berkembang menjadi gerakan yang benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun, Riki Aditiyawarman, mengatakan pihaknya ingin keberadaan PLTU tidak hanya memberi manfaat dari sisi energi, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang tetap nyaman bagi masyarakat sekitar.

“Bagaimana caranya agar pembangkit ini tidak hanya menghasilkan energi yang baik, tetapi juga lingkungan yang baik. Kami berharap terutama di area Ring 1 kami, lingkungan tetap terjaga walaupun ada industri PLTU di sini. Kami berusaha bagaimana caranya agar area terdekat ini tetap hijau dan sejuk,” ujarnya.

Ketua LSM ALIM Kepri, Kherjuli, juga berharap kerja sama tersebut bisa melahirkan berbagai program lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harapannya melalui kerja sama ini, ke depannya akan ada program-program inovasi yang mencakup lingkungan dan masyarakat, karena prinsip pembangunan berkelanjutan itu haruslah memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan,” tegas Kherjuli.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU, seluruh pihak yang hadir juga melakukan penanaman pohon bersama di area ruang terbuka hijau.

Sebanyak 30 pohon dari berbagai jenis ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari ketapang kencana, gaharu, pucuk merah, mahoni, trembesi, kayu putih, hingga pulai. Selain itu, turut ditanam lima tanaman anggrek bulan untuk mempercantik area hijau.

Jenis tanaman yang dipilih dinilai memiliki manfaat ekologis seperti membantu penyerapan karbon dan menghasilkan oksigen. Beberapa tanaman juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang dekat dengan masyarakat Kepri.(*)

Editor: Don

Pos terkait