Bentan.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus berupaya menekan angka pengangguran dengan memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja, baik di dalam maupun luar daerah.
Selain mendorong terbukanya lapangan kerja baru, Pemko juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan agar lebih banyak warga Tanjungpinang mendapatkan kesempatan bekerja.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan langkah tersebut mulai menunjukkan hasil.
Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Tanjungpinang diperkirakan turun hampir satu persen seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah, kata Lis, berperan sebagai penghubung antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Sudah turun, lebih kurang hampir satu persen. Seperti contoh dengan dibukanya Indomaret, paling tidak punya pengaruh meskipun kecil,” ujar Lis, Selasa (14/7/2026).
Lis menjelaskan, upaya membuka peluang kerja tidak hanya difokuskan di wilayah Tanjungpinang.
Pemerintah juga memfasilitasi masyarakat untuk bekerja di sejumlah perusahaan yang berada di Kabupaten Bintan maupun Kota Batam.
Beberapa perusahaan yang telah membuka kesempatan bagi warga Tanjungpinang di antaranya PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) dan Bintan Power.
“Alhamdulillah sudah banyak masyarakat Tanjungpinang yang dibantu bekerja di PT BAI maupun di Bintan Power,” sebutnya.
Menurut Lis, tugas pemerintah tidak hanya membangun komunikasi dengan dunia usaha, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi dan akses terhadap lowongan pekerjaan yang tersedia.
Untuk memperluas peluang kerja, Lis meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang terus membangun kerja sama dengan perusahaan di kawasan Bintan maupun Batam.
Ia berharap semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi pencari kerja asal Tanjungpinang.
“Saya minta Dinas Tenaga Kerja memfasilitasi dan menyurati perusahaan di Bintan dan Batam, agar bisa memfasilitasi anak-anak kita untuk bekerja,” ucapnya.
Selain itu, Pemko juga memanfaatkan data pencari kerja yang telah terdaftar melalui penerbitan kartu kuning.
Data tersebut digunakan untuk mencocokkan kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.
Dengan langkah tersebut, Pemko berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Artinya, pemerintah terus melakukan usaha dan upaya untuk memfasilitasi masyarakat mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.(*)
Editor: Don






