Bentan.co.id – PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau (Kepri) terus menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui program FASUH TANAH (Fly Ash Sebagai Pembenah Tanah).
Program ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mengelola limbah fly ash dari PLTU agar memiliki manfaat untuk pertanian dan pemulihan kualitas tanah.
Kegiatan sosialisasi program tersebut digelar pada 12 Mei 2026 di Kediaman Camat Tebing, Kampung Baru Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau, Riki Aditiyawarman, Asisten Manager Camat Tebing Khaidir Saleh, Lurah Tebing Mardiana, Lurah Harjosari Indra, Lurah Pamak Jahid, serta warga setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti dukungan lintas sektor terhadap pengelolaan lingkungan berbasis inovasi berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Manager UP PLTU Tanjung Balai Karimun PLN Indonesia Power UBP Kepri, Riki Aditiyawarman, mengatakan bahwa Kecamatan Tebing menjadi prioritas utama pemanfaatan FABA karena berada di wilayah Ring 1 PLTU Karimun.
“Sebagai wilayah Ring 1 PLTU Karimun, Kecamatan Tebing adalah yang pertama harus merasakan manfaat dari operasional kami. Kami berharap pemanfaatan FABA ini dapat terus dioptimalkan sehingga setiap ton fly ash yang kami hasilkan bisa memberikan nilai nyata bagi tanah dan kehidupan masyarakat di sini. Ini bukan sekadar program lingkungan, ini adalah komitmen kami untuk hadir dan bermanfaat bagi tetangga terdekat kami,” ujarnya.
Tak hanya dari pihak perusahaan, dukungan juga datang dari Camat Tebing, Khaidir Saleh. Ia bahkan membagikan pengalaman langsung memanfaatkan fly ash sebagai campuran pembenah tanah di rumahnya.
Tanaman yang tumbuh subur di kediamannya menjadi contoh nyata manfaat pemanfaatan FABA untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus mengurangi biaya pupuk.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Tebing untuk tidak ragu memanfaatkan FABA ini. Tanaman-tanaman di rumah saya tumbuh dengan baik menggunakan campuran fly ash ini. Saya harap pengalaman saya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa limbah PLTU bisa kita manfaatkan dengan bijak untuk menyuburkan tanah dan hijau sekaligus mengurangi pengeluaran untuk pupuk. Mari kita manfaatkan bersama-sama,” ungkap Khaidir Saleh.
Apa Itu Program FASUH TANAH?
Program FASUH TANAH merupakan inovasi pemanfaatan fly ash atau FABA (Fly Ash and Bottom Ash) hasil pembakaran batu bara di PLTU sebagai bahan amelioran atau pembenah tanah.
Program ini hadir untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah fly ash dan perbaikan kualitas lahan yang mengalami kerusakan seperti tanah asam, lahan kritis, hingga bekas tambang dengan tingkat kesuburan rendah.
Dalam implementasinya, fly ash dicampur dengan kompos dan pupuk kandang sebelum diaplikasikan ke lahan pertanian. Sebelum digunakan, material tersebut juga melalui serangkaian pengujian ilmiah, termasuk pengecekan kandungan logam berat dan tingkat pH untuk memastikan keamanannya bagi lingkungan.
Setelah diaplikasikan, pertumbuhan tanaman akan dimonitor secara berkala untuk mengukur efektivitas pemulihan tanah.
Program FASUH TANAH diharapkan mampu memberikan manfaat besar dari berbagai sisi. Dari aspek lingkungan, program ini membantu mengurangi timbunan limbah fly ash sekaligus memperbaiki kualitas tanah yang kurang produktif.
Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat dapat mengurangi biaya penggunaan pupuk dan meningkatkan hasil pertanian seiring membaiknya kondisi tanah.
Melalui inovasi ini, PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan energi listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.(Yto)
Editor: Don






