Bentan.co.id – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak 2570 Buddhasakara Tahun 2026 yang digelar di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepulauan Riau ini menjadi momentum kebersamaan umat Buddha sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Nyanyang mengatakan bahwa Sannipata Waisak bukan hanya perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi terhadap nilai-nilai universal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, perayaan Waisak mengajarkan cinta kasih, kedamaian batin, kesederhanaan, serta semangat berbagi dan berbuat baik kepada sesama.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.
“Perayaan ini menjadi pengingat bagi kita untuk membersihkan hati dari egoisme, menjernihkan pikiran dari prasangka, serta memperkuat komitmen dalam menebar kebajikan di tengah masyarakat,” kata Nyanyang.
Ia menyatakan bahwa Kepulauan Riau merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.
Keberagaman tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang dapat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
“Masyarakat Kepri telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat yang memisahkan, tetapi mozaik indah yang saling melengkapi. Di atas tanah beradat Melayu ini, kita hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” ujarnya.
Nyanyang menilai keharmonisan dan toleransi yang tumbuh di Kepulauan Riau bukan sekadar konsep, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, ia berharap momentum Sannipata Waisak 2570 dapat semakin memperkuat hubungan persaudaraan lintas agama yang selama ini terjalin dengan baik di daerah tersebut.
“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kokohnya kerukunan di Kepri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nyanyang berharap perayaan Waisak tidak hanya memberikan makna spiritual, tetapi juga menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan sosial masyarakat.
Ia berharap semangat kedamaian yang dirasakan dalam perayaan Waisak dapat terus dibawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, suasana harmonis dan kondusif dapat terus terjaga di Kepulauan Riau.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhasakara kepada seluruh umat Buddha di Kepulauan Riau.
“Mari kita terus berjalan bersama, saling menghormati, dan bergotong royong untuk membangun Kepulauan Riau yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” tutupnya.(*)
Editor: Don






