Bentan.co.id – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menyebut Provinsi Kepri memiliki peluang besar dalam pengembangan cross border tourism atau wisata lintas negara.
Menurutnya, posisi strategis Kepri di kawasan Selat Malaka menjadi nilai tambah yang kuat untuk menarik wisatawan mancanegara.
Apalagi, wilayah ini didukung akses transportasi yang cukup lengkap, fasilitas akomodasi, hingga kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Singapura.
Baca juga: Tour de Bintan 2026 Hadir Lagi, Ada 9 Kategori Balapan Internasional
Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat menjadi keynote speaker pada hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Dalam pemaparannya, Nyanyang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepri.
“Kami terus menggesa pembangunan infrastruktur guna mendukung pariwisata di Kepulauan Riau. Jangan sampai destinasi wisata budaya, agama, maupun nantinya wisata bahasa tidak dapat dikelola maksimal karena keterbatasan akses,” ujar Wagub.
Baca juga: Hubungan Melayu Kepri dan Kelantan Makin Erat Lewat Pertemuan di Pulau Penyengat
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata juga terus menyusun strategi pemasaran dan promosi wisata di tingkat ASEAN.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Kepri sekaligus menarik lebih banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke daerah perbatasan Indonesia tersebut.
Rakornas Pariwisata 2026 sendiri berlangsung selama dua hari, mulai 20 hingga 21 Mei 2026.
Baca juga: Wisata Tanjungpinang Mulai Menggeliat, Ada 5.622 Kunjungan di Maret 2026
Sejumlah agenda dibahas dalam forum tersebut, mulai dari pengembangan destinasi wisata, penguatan program pariwisata berkelanjutan, hingga upaya mencapai target kunjungan wisatawan nasional.
Sementara itu, pemerintah pusat menargetkan investasi sektor pariwisata mencapai Rp63,5 triliun sepanjang tahun 2026.
Target tersebut menjadikan Rakornas Pariwisata 2026 sebagai momentum penting bagi daerah, termasuk Kepulauan Riau, dalam mendukung transformasi industri pariwisata nasional.(*)
Baca juga: Lagoi Bay Bintan, Pantainya Bersih dan Fasilitas Lengkap Bikin Betah
Editor: Don






